Maria Mery Magdalena Petrus lahir di Kota Kinabalu pada 23 Juli 1994. Maria merupakan anak dari pasangan buruh migran Indonesia asal Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, NTT. Semenjak usia 13 tahun, Maria bekerja sebagai buruh tanpa dokumen di kawasan perkotaan Tawau, kemudian menjadi pekerja rumah tangga di masa pandemi Covid-19. Pada Desember 2022, Maria bersama ibu dan dua kakak perempuannya ditangkap oleh rezim migrasi Sabah dan mendekam di pusat tahanan imigrasi Sabah yang tidak manusiawi, kemudian dideportasi ke Nunukan, Kalimantan Utara.
Maria bergabung bersama Koalisi Buruh Migran Berdaulat (KBMB) sejak 2023. Hingga kini, Maria aktif terlibat dalam kerja-kerja pengorganisasian buruh tanpa dokumen, penyelidikan pelanggaran hak asasi manusia di pusat tahanan imigrasi, dan menyuarakan berbagai persoalan yang dihadapi oleh komunitas tanpa dokumen di Sabah. Melalui buku ini, Maria menuliskan ceritanya bertumbuh besar dan menjalani hari-hari di Tawau, Sabah, bersama keluarga, sahabat, komunitas gereja, dan rekan-rekan kerjanya dengan segala suka duka di dalamnya.
Baca selengkapnya: Cerita Perempuan Tanpa Dokumen_Full Version

