Siri Melukis Ingatan adalah rangkaian cerita gambar dari anak-anak tanpa dokumen yang dideportasi dari Sabah ke Nunukan sepanjang 2023-2024. Para deportan anak ini lahir dan bertumbuh di Sabah dalam keluarga migran asal Indonesia. Sebelum terkurung di blok tahanan imigrasi dan terusir dari Sabah, mereka memiliki kehidupan bersama saudara, orang tua, dan teman-teman sebaya dengan segala kenangan manis pahitnya.  Melalui setiap gambar, anak-anak menuturkan hal-hal yang bagi mereka begitu membekas di ingatan; segala yang telah tertinggal di belakang, yang tidak akan pernah sama lagi setelah penangkapan, penahanan, dan pengusiran merusak memori masa kecil mereka.

Seluruh nama dalam tulisan ini telah disamarkan.

Ini adalah cerita dari empat kakak beradik dari Keningau; Ilmi (13 tahun), Ahsan (10 tahun), Ilyas (9 tahun), dan Imad (8 tahun). Orang tua mereka berasal dari Palopo, Sulawesi Selatan, sedangkan mereka bersaudara semuanya lahir dan bertumbuh di Keningau. Mereka sekeluarga telah ditahan di Rumah Merah Papar, lalu terusir pada penghujung 2024.

Imad & Ilyas: Rumah Siring Jalan

Imad dan Ilyas menggambar rumah mereka di Jalan Sok, Keningau. Dua gambar mereka begitu mirip, ada tiang-tiang kayu yang menopang rumah, tangga menuju ke pintu depan, jendela di samping pintu, atap lancip, dan garis-garis yang mereka sebut sebagai jaring-jaring. Mereka juga menambahkan matahari berwarna kuning dan bendera merah putih. 

Meskipun menggambar rumah yang sama, terdapat juga beberapa perbedaan dalam detail gambar mereka. Imad memilih merah dan oranye sebagai warna cat rumahnya, sementara Ilyas mewarnainya dengan biru, merah, dan cokelat. Di gambar Imad ada dua jendela, sementara Ilyas menggambar satu di dekat pintu dan ada tangga menuju pintu belakang. Imad menambahkan gambar bunga di dalam vas tanpa warna di samping tiang bendera. 

Mereka lalu menceritakan isi rumah dan bagaimana mereka sekeluarga hidup di dalamnya. 

Mereka tinggal di sebuah rumah panggung yang terletak di siring (pinggir) jalan. Rumahnya terbuat dari kayu dengan dinding seng. Di bagian depan ada tangga untuk naik ke pintu menuju ruang tamu yang berjendela. Biasanya mereka berkumpul di ruang tamu, menonton film kartun di televisi. Di dalam rumah ada satu bilik (kamar tidur) tempat mereka tidur bersama-sama setiap malam, atau kadang mereka memilih tidur di sofa depan televisi. Masuk lebih dalam, akan berjumpa dapur dengan ventilasi jaring-jaring seperti di gambar. Di dapur ada pintu belakang yang terhubung dengan tangga untuk turun menuju kebun, di mana ibu menanam sayur-sayuran.

Mereka baru tinggal di rumah ini selama lima bulan, tetapi Imad dan Ilyas senang karena punya banyak teman, yang semuanya adalah orang kampung (sebutan untuk penduduk warga negara Malaysia). Hanya mereka “orang Indonesia” di persekitaran itu. Hanya mereka orang-orang yang tidak berdokumen.

Di suatu malam, tepatnya pukul 1 dini hari, tiba-tiba pintu depan dan belakang rumah mereka telah dikepung oleh petugas imigrasi dengan tiga kereta (mobil). Imad, Ilyas, saudaranya, dan ibunya tidur di kamar, sementara bapak mereka tertidur di ruang tamu dengan televisi menyala. Pintu depan digedor-gedor, mengagetkan bapaknya yang langsung membuka pintu rumah. Imad si bungsu dibangunkan oleh ibunya, “bangun, bangun! Ada imigresen!” Malam itu juga mereka sekeluarga langsung ditangkap, lalu ditahan di Depot Tahanan Imigrasi Papar, meninggalkan rumah yang kini sepi tanpa penghuni.

 

Ilmi: Senang Gambar

Ilmi adalah anak sulung dan anak perempuan satu-satunya dalam keluarga. Hobinya memang menggambar. Hari itu, Ilmi memutuskan menggambar sebuah pemandangan dengan tiga gunung lancip berwarna hijau, di sela-selanya ada bunga tumbuh. Di atas gunung nampak pelangi lima warna; merah, oranye, kuning, hijau, biru. Dia juga menambahkan awan-awan biru, matahari kuning, dan bendera merah putih. 

Kata Ilmi, tidak ada pemandangan seperti ini di Keningau, tapi dia senang dengan gambar-gambar seperti ini. Sejak kecil Ilmi menghabiskan waktunya di rumah dengan menggambar, kadang-kadang diajari oleh bapaknya. Ilmi sempat bersekolah hingga kelas 4 SD. Rencananya dia akan masuk pesantren, tetapi akhirnya batal karena tidak memiliki akta kelahiran. 

Bagi Ilmi dan banyak anak-anak, menggambar adalah satu bentuk meluapkan emosi dan berjarak sejenak dari kenyataan. Di rumahnya, Ilmi bisa dengan bebas mencorat-coret, mewarnai, dan menciptakan gambar-gambar dari imajinasinya. Tetapi di Rumah Merah, tidak ada pensil, krayon, buku gambar, dan bayangan akan gunung-gunung dan pelangi. Yang ada hanya tembok berkawat besi dan penderitaan tanpa henti. 

Padahal Di DTI Papar sendiri, tempat Ilmi dan keluarganya ditahan, telah dibangun blok Baitul Mahabbah. Sebuah blok khusus untuk tahanan kanak-kanak dengan berbagai aktivitas, salah satunya menggambar dan mewarnai untuk anak. Tetapi selama tiga bulan Ilmi mendekam di blok tahanan dewasa, tidak pernah sekalipun mereka mengakses Baitul Mahabbah. Alih-alih utopia tentang blok kanak-kanak yang berwarna-warni, Ilmi dan ratusan anak-anak di DTI Papar harus tersiksa di blok dewasa yang suram.

 

Ahsan: Si Merah

 

Saat mengenang kembali masa-masa sebelum ditangkap dan dideportasi, Ahsan langsung menggambar Si Merah; kereta (mobil) Proton berwarna merah milik keluarganya. Sewaktu masih tinggal di bandar atau wilayah perkotaan Keningau, Ahsan bersama orang tua dan tiga orang saudaranya sering round-round (berkeliling) naik kereta ini. Bapak akan menyetir, Mama duduk di depan samping Bapak, sementara Ahsan, Imad, Ilyas, dan Ilmi duduk di belakang. 

Mereka biasanya akan naik kereta ramai-ramai untuk pergi berbelanja di kedai, tapi Ahsan paling senang saat mereka jalan-jalan mengunjungi rumah kawannya. Kereta ini juga dipakai oleh orang tuanya untuk bekerja di kebun memotong getah (karet). 

Entah bagaimana nasib Si Merah setelah Ahsan sekeluarga ditangkap lalu ditahan di Rumah Merah. Ayahnya kini masih menjalani hukuman penjara di Kepayan, sedangkan Ahsan, ibunya, dan saudara-saudaranya dideportasi ke Nunukan. Meninggalkan rumah, kebun karet, kedai, kawan, dan seluruh kehidupan mereka di Keningau.

  • Share:
img

Gerakan masyarakat sipil yang peduli dengan isu pemenuhan dan perlindungan hak-hak buruh migran Indonesia.

About Us

Headquaters

  • Jl. Faisal VII, No.22, Kec.Rappocini Kota Makassar, Sulawesi Sela
  • koalisiburuhmigranberdaulat@gmail.com
  • (+62) 812-4120-9441
  • Mon - Sat: 9:00 - 18:00
https://3.33.146.175/id/ https://117.18.0.23/ https://117.18.0.16/ https://117.18.0.24/ https://117.18.0.18/ https://202.95.10.186/ https://202.95.10.246/https://digilib.stital.ac.id/ https://lpm.stital.ac.id/ https://revistas.pge.sp.gov.br/slot-thailand slot777 slot-thailandhttps://edp-ppend1.swu.bg/https://media-profesi.com/st/ scatter hitam slot garansi slot thailand slot garansi slot garansi slot thailand https://inorsa.com/wp-content/plugins/fix/dominoqq.html https://srlcusa.org/wp-content/plugins/fix/dominoqq.htmlhttps://staging.landoftales.com/public/pkv-games/ https://staging.landoftales.com/public/bandarqq/ https://staging.landoftales.com/public/dominoqq/ https://staging.landoftales.com/public/pokerqq/ https://staging.landoftales.com/public/qiuqiu/https://media-profesi.com/bandarqq/ https://media-profesi.com/pkvgames/ https://media-profesi.com/dominoqq/ https://media-profesi.com/pokerqq/ https://media-profesi.com/qiuqiu/ https://media-profesi.com/slotgaransi/https://warsa.id/bandarqq/ https://warsa.id/pkvgames/ https://warsa.id/dominoqq/ https://warsa.id/pokerqq/ https://warsa.id/slot-zeus/https://cpds.co.id/bandarqq/ https://cpds.co.id/pkvgames/ https://cpds.co.id/dominoqq/ https://cpds.co.id/pokerqq/ https://cpds.co.id/slot-zeus/https://kelaskaryawan.co/bandarqq/ https://kelaskaryawan.co/pkvgames/ https://kelaskaryawan.co/dominoqq/ https://kelaskaryawan.co/pokerqq/ https://kelaskaryawan.co/slot-zeus/https://fossilbeach.co.uk/bandarqq/ https://fossilbeach.co.uk/pkvgames/ https://fossilbeach.co.uk/dominoqq/ https://fossilbeach.co.uk/pokerqq/ https://fossilbeach.co.uk/slot-zeus/https://truenasty.com/bandarqq/ https://truenasty.com/pkvgames/ https://truenasty.com/dominoqq/ https://truenasty.com/pokerqq/ https://truenasty.com/slot-zeus/https://ilgiornalepopolare.it/bandarqq/ https://ilgiornalepopolare.it/pkvgames/ https://ilgiornalepopolare.it/dominoqq/ https://ilgiornalepopolare.it/pokerqq/ https://ilgiornalepopolare.it/slot-garansi/https://www.armandoparrucchieri.it/bandarqq/ https://www.armandoparrucchieri.it/pkvgames/ https://www.armandoparrucchieri.it/dominoqq/ https://www.armandoparrucchieri.it/pokerqq/ https://www.armandoparrucchieri.it/slot-garansi/http://arkus.co.jp/bandarqq/ http://arkus.co.jp/pkvgames/ http://arkus.co.jp/dominoqq/ http://arkus.co.jp/pokerqq/ http://arkus.co.jp/mixparlay/https://artaffairdevelopment.org/bandarqq/ https://artaffairdevelopment.org/pkvgames/ https://artaffairdevelopment.org/dominoqq/ https://artaffairdevelopment.org/pokerqq/ https://artaffairdevelopment.org/mixparlay/https://hrms.winapp.sg/bandarqq/ https://hrms.winapp.sg/pkvgames/ https://hrms.winapp.sg/dominoqq/ https://hrms.winapp.sg/pokerqq/ https://hrms.winapp.sg/mix-parlay/https://theoriginalvadai.sg/bandarqq/ https://theoriginalvadai.sg/pkvgames/ https://theoriginalvadai.sg/dominoqq/ https://theoriginalvadai.sg/pokerqq/ https://theoriginalvadai.sg/slot77/https://skilledmigration.utk.edu/wp-includes/css/bandarqq/ https://skilledmigration.utk.edu/wp-includes/css/pkvgames/ https://skilledmigration.utk.edu/wp-includes/css/dominoqq/ https://skilledmigration.utk.edu/wp-includes/css/pokerqq/ https://skilledmigration.utk.edu/wp-includes/css/slot-garansi/ https://skilledmigration.utk.edu/wp-includes/css/mix-parlay/ https://skilledmigration.utk.edu/wp-includes/css/slot-thailand/https://dbqpbvms.org/dominoqq/